Kisah sukses tidak harus jadi pedoman untuk mencapai kesuksesan

Dari kecil sampai kita dewasa, kita selalu mendengar atau membaca berbagai kisah sukses orang-orang hebat seperti, Steve Jobs, Bill Gates, Michael Jordan, JK Rowling dan lain-lain. Apakah kita harus mempercayai sepenuhnya tentang kisah sukses tersebut? untuk mencapai kesuksesan, saya pikir tidak harus mempercayai sepenuhnya tentang kisah sukses orang lain. meskipun di satu sisi, sangat wajar bila merasa terdorong atau termotivasi oleh kisah sukses orang-orang hebat tersebut. di sisi lain,, membandingkan cerita-cerita ini dengan situasi kamu sendiri dengan pola pikir jika mereka bisa,, saya juga pasti bisa. beberapa dari kita mungkin bertanya-tanya saya tidak melihat hubungannya. Nah.. untuk menjawabnya, Saya telah menyusun beberapa alasan terpenting Mengapa kita seharusnya tidak sepenuhnya mempercayai kisah sukses.

Perbedaan yang nyata

Kita harus sadar bahwa setiap orang di dunia ini memiliki keadaan yang berbeda satu sama lain. Saya sering melihat orang yang gagal dalam satu atau dua subjek misalnya putus sekolah. mereka mengklaim bahwa Bill Gates saja pernah putus sekolah, tetapi masih bisa sukses. pola pikir ini jelas tidak benar karena keadaan kita dengan mereka belum tentu sama. jadi tidak seharusnya kita menyamakan diri kita dengan kisah sukses orang-orang hebat seperti itu. kita mungkin tidak mengetahui beberapa poin yang tidak mereka Sebutkan kisah sukses mereka, bahwa mereka pernah dikeluarkan dari Harvard.

Harvard merupakan salah satu Institut bergengsi di dunia, dan bahkan untuk masuk Harvard saja bisa dipastikan bahwa mereka adalah orang-orang jenius. Jadi intinya kejeniusan merekalah yang membawa mereka ke pintu kesuksesan bukan karena gelarnya .bukan hanya dua orang ini, ada ribuan orang berprestasi yang menjadi tokoh utama dalam sebuah kisah sukses, namun berasal dari latar belakang pendidikan, budaya, dan sosial ekonomi yang berbeda. faktor-faktor yang memiliki pengaruh tinggi terhadap prestasi mereka. kita ambil contoh lain seperti. JK Rowling misalnya dia memiliki awal yang buruk dalam hidup.

Seorang ibu tunggal tinggal di jalanan dan berakhir dengan pikiran untuk bunuh diri, tapi kemudian dia mencoba peruntungannya dan menjadi pencipta salah satu buku fantasi anak terlaris yang paling menakjubkan dan terbaik sepanjang masa. Namun bukan berarti Jika kamu adalah ibu tunggal yang hidup di Maluku dan memutuskan untuk menulis buku, kamu juga akan sukses hanya karena kamu memiliki faktor yang mirip dengan penulis terkenal ini. tentu saja kamu bisa dan wajib untuk mengambil inspirasi dari kisahnya yang menggembirakan. Tapi untuk membuatnya bermakna, kamu perlu bekerja dengan keadaan kamu sendiri. Rowling mendapat beberapa penolakan dari 12 penerbit yang berbeda sampai akhirnya memutuskan untuk memberikan pekerjaan kepadanya. Siapa tahu,, mungkin dalam kasus kamu, Ayah kamu mengenal seseorang yang bekerja di bidang penerbitan dan pekerjaan kamu akan meningkat lebih cepat dari pada pekerjaan Rowling.

Tolak ukur kesuksesan.

kesuksesan adalah istilah relatif. Artinya jika bagi 1 orang membangun perusahaan adalah kesuksesan, bagi kamu ini mungkin tentang menjual semua brownies kamu jam waktu 1 jam. namun efek kisah sukses terkenal yang sering dialami pembaca adalah mengubah unsur kesuksesan mereka menjadi sesuatu yang hampir tidak realistis. gagasan lain bahwa, kisah sukses secara tidak sadar tertanam dalam pikiran pembaca adalah bahwa menjadi pelopor atau pendekatan terbaik untuk melakukan sesuatu. kata-kata seperti yang pertama, yang terdepan ,yang termuda atau yang tercepat, tidak menyiratkan apa-apa selain sebuah tekanan tak terlihat. karena tidak hanya melakukan sesuatu tapi melakukannya lebih cepat daripada yang lain.

Prekuel dan Sekuel

Yang saya maksud dengan sekuel, cukup dapat dijelaskan oleh Steven Jansen dalam video pengantar bukunya were gone Alice campello. dia menggambarkan bahwa, Gagasan dan usaha yang sukses tidak diciptakan dalam semalam dan produk yang kita lihat pada akhirnya hanyalah puncak gunung es yang umum dari firasa,t usaha, dan kolaborasi yang gagal. Dia memberi contoh tim berners-lee, ayah dari World Wide Web yang mengerjakan proyek ini selama 10 tahun penuh tanpa penglihatan tentang apa yang akan diciptakan. membatalkan sejumlah gagasan di sepanjang jalan, dan mengkolaborasikan awalnya Ide dengan rekan rekanya. Demikian pula ada juga prekuel atau tindak lanjut cerita ke setiap kisah kesuksesan. hal-hal yang akan memberitahu pembaca, apa yang terjadi pada orang atau perusahaan setelah mereka mencapai tujuan yang hebat. misalnya, dalam dunia kewirausahaan. mengamankan dana yang lumayan dianggap cukup besar, namun banyak yang bisa terjadi pada perusahaan setelah mendapat pendanaan pertamanya. seperti jika pendiri dan timnya berhasil dibuat oleh visi mereka ,,Apakah ini masih dianggap sebagai kisah sukses kewirausahaan?

Demikian juga ketika sebuah perusahaan membuat daftar majalah ing dari 5000 perusahaan dengan pertumbuhan tercepat. hal itu pasti menjadi kisah sukses, namun menurut laporan cekaman pondesion hanya sekitar 63% dari 5000 perusahaan yang terus berada dalam bisnis 5 tahun atau lebih, setelah berhasil masuk ke dalam daftar. Jadi apakah kita harus menjadikan pedoman semua kisah sukses?

Kisah sukses memiliki kemampuan untuk menginspirasi kita, tapi mungkin kurang mampu membimbing tindakan kita sehari-hari. namun ini tidak berarti bahwa kita menutup telinga kita, setiap kali ada kisah sukses yang diceritakan. kita harus lebih waspada dan bijak tentang dampak seperti apa yang kita ambil dari sebuah kisah sukses tertentu. tidak masalah jika kita bukan yang pertama atau tercepat dalam melakukan apa yang kita lakukan, yang penting adalah kita melakukannya dengan cara terbaik yang kita bisa, dan Tandai garis finish Kamu sendiri di jalan menuju kesuksesan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *